oleh

Akibat Kemarau Panjang Warga Desa Pagar Agung Beralih Dari Petani Karet Menjadi Penambang Pasir Manual

Muara Enim.seribufakta.com – Akibat Kemarau yang melanda di Provinsi Sumatera Selatan di manfaatkan oleh ratusan masyarakat yang berada di Desa Pagar Agung Kecamatan Rambang kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan untuk mengais rezeki.

Pendapatan masyarakat Desa Pagar Agung adalah dengan bertani karet tetapi semenjak Kemarau petani karet di Desa ini pendapatannya berkurang serta karet yang di hasilkan sedikit dan disaat ini Sungai Rambang yang berada di Desa Pagar Agung ini mengering, dikarenakan itu masyarakat berahli menjadi penambang pasir manual.

Puluhan bahkan ratusan Masyarakat Desa Pagar Agung kini memanfaatkan sumber daya alam yang di miliki di desanya dengan cara menambang pasir secara manual, dan inilah bentuk sebagai usaha alternatif selama musim kemarau ini berlangsung.

Saat di konfirmasi Kepala Desa Pagar Agung Harlenson SE mengatakan kegiatan Masyarakat Desa yang menambang pasir secara manual ini berjalan cukup lama semenjak kemarau atau keringnya Sungai Rambang dan pendapatan dari hasil menyadap getah karet berkurang makah inilah yang di lakukan warga kami untuk demi menyambung hidup.

“Selain mengandalkan dari hasil karet yg kian hari semakin sulit, sementara kebutuhan hidup semakin meningkat,disamping untuk kebutuhan sehari hari juga untuk keperluan anak sekolah,kredit bank dan lain lain, warga kami kini menambang pasir secara manual”.

Untuk hasil penambangan pasir secara manual ini warga masyarakat Desa Pagar Agung dibayar seribu rupiah oleh pengepul untuk satu karungnya, serta masyarakat maksimal perhari mereka bisa mendaptakan puluhan ribu untuk satu orangnnya.

“Penghasilan dari tambang pasir ini cukup untuk menutupi kebutuhan masyarakat Desa Pagar Agung ini, ada yang dapat puluhan ribu dengan hasil puluhan ribu” untuk dapat menyambung hidup hari hari ujar Kades.

Kami sebagai Pemerintah Desa cuma meminta jagan menambang pasir memakai alat yang bisa merusak lingkungan karena hal tersebut di larang oleh pemerintahan, tambanglah suberdaya alam sungai Rambang ini yang berbentuk Pasir dengan cara manual saja, dengan cangkol atau sekop ataupun alat yg manual lainnya, tutup Kades.(Yus/Tufik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.