oleh

Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Rilis Laju Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Mengalami Penurunan

Bengkulu.seribufakta.com – Perkembangan ekonomi terkini,prospek dan bauran kebijakan Bank Indonesia bertempat di rumah makan sikabayan bersama awak media yang ada di kota bengkulu.

Acara sangat santai dan cukup bersahabat dan didahului dengan perkenalan dengan karyawan yang baru bertugas di bank perwakilan BI yaitu Mahpud dan Supri.

Perkembangan ekonomi provinsi bengkulu Rifat Pasha menyampaikan berdasarkan rilis data BPS baru- baru ini bahwa pertumbuhan ekonomi Bengkulu relatif stabil 4,96 Persen.

Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu secara resmi merilis data Laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara keseluruhan pada triwulan keempat tahun 2019 mengalami penurunan.

Selain penurunan angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Angka inflasi Provinsi Bengkulu cenderung meningkat yang disebabkan beberapa faktor selama tahun 2019.

Kepala Perwakilan BI Bengkulu melalui Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter, Rifat Pasha, dalam konfrenai pers dengan awak media, Senin siang (10/02/2020), menjelaskan penurunan pertumbuhan ekonomi Bengkulu tahun 2019 sebesar 4,96 dibandingkan tahun 2018 sebesar 4,99.

“Turunya sedikit..! Dan itu sebenarnya disebabkan dampak ekonomi global sehingga berimbas pada iklim ekonomi Bengkulu khususnya sektor usaha primer diantaranya CPO, Batubara dan Karet. Bila dipresentasikan mencapai diangka 34 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, besaran Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Bengkulu tercatat pada Desember 2019 sebesar 0,59% (mtm) dan 2,91% (ytd) serta 2,91% (yoy). Lalu Inflasi IHK secara Nasional sebesar 0,34% (mtm) dan 2,72% (ytd) serta 2,72% (yoy). Inflasi Bahan Makanan Bengkulu sebesar 0,03% (mtm) dan 4,74 % (ytd) serta 4,74% (yoy)

Andil Komoditas Penyumbang Inflasi Bengkulu dipengaruhi beberapa hal diantaranya, Angkutan udara (0,3634), Daging ayam ras (0,0702), Bawang merah (0,0574), Bayam (0,0508) dan Bahan bakar rumah tangga (0,0464). Kemudian sektor Komoditas Penyumbang Deflasi Bengkulu meliputi, Cabe merah (-0,0821), Ikan tongkol / ambu-ambu (-0,0262), Apel (-0,0228), Sawi hujau (-0,0199) dan Buncis (-0,0149) (Red).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed