oleh

Diduga: Izin Usaha Budidaya Tambak Udang Tidak sesuai Dengan Tata Ruang Wilayah

Kaur.seribufakta.com – Budidaya tambak udang menjamur di Kabupaten Kaur, masyarakat sangat senang dengan masuknya investor ke wilayah Kabupaten Kaur, paling tidak memberi peluang untuk para pengangguran di sekitar wilayah daerah masyarakat dekat budidaya tambak, asal saja masuknya investor ke daerah yang kita cintai ini, sesuai dengan regulasi yang telah diatur dalam undang – undang( UU ).

Ketua DPC Lippan Jaya, sangat mendukung adanya investor masuk ke Kabupaten Kaur, mengapa? karena usaha tambak udang ini sangat menguntungkan dan menambah pendapatan daerah (PAD),Sabtu 16/01/2021.

Menurutnya, sepanjang tidak melanggar regulasi yang diatur dalam undang – undang misalnya, dengan pajak bumi bangunan ( PBB ) dan pajak retribusi penghasilan dari usaha tambak.

Yang diduga, kanal masuk dalam kawasan(TWA).
sebaliknya, jika pengusaha tambak udang tidak melengkapi dokumen perizinan usaha, tidaklah menutup kemungkinan daerah Kabupaten Kaur yang kita cintai ini akan dirugikan oleh pengusaha tambak tersebut. Ujar ketua Lippan jaya.

Banyaknya usaha budidaya tambak udang dikabupaten Kaur, diduga tidak semua pengusaha tambak bisa menunjukan dokomentasi dan legalitas usaha budidaya dan perizinan limbah laut dan sungai.

Demikian pula dengan lokasi tempat didirikan kolam tambak, tidak sesuai rencana tata ruang wilayah daerah Kabupaten Kaur dengan nomor:4 tahun 2012.

Titik koordinat kolam tambak sebagian besar dikawasan” prikanan tangkap” RT/RW Kabupaten Kaur sampai dengan hari ini.

Konon informasinya diduga belum disahkan dan menunggu ditanda tangani oleh kementerian terkait.

Investigasi media ini menemukan sarana dan prasarana budidaya ( kolam dan saluran limbah ) masuk dalam zona kawasan sempadan pantai 100 meter ke arah daratan dari ombak pasang tertinggi. demikian.

Disisi lain, seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan pada media ini semoga usaha budidaya tambak kiranya bisa mematuhi regulasi yang telah diatur dalam undang – undang tutup warga mengakhiri keluhannya pada awak media.
( Samsudin )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed