oleh

Diduga Pekerjaan Rabat Beton Desa Nyapah Banyu Amburadul di Korupsi Oknum Kades

Lampura.seribufakta.com – Diduga pembuatan jalan rabat beton yang terlihat asal jadi dan pembuatan sumur bor terkesan mangkrak/belum selesai sampai saat ini di desa nyapah banyu kecamatan Abung pekurun kabupaten Lampung Utara.

Pasalnya saat awak media turun ke lokasi pekerjaan di dusun satu (1) desa nyapah banyu yang belum di serah terimahkan/MDST sudah hancur disana sini sepanjang 1,050 meter besaran anggaran Rp.196.542.450,jalan rabat beton tersebut terlihat jelas kerusakan parah padahal pekerjaan tersebut belum genap satu (1) tahun lamanya,dan juga di lapangan terlihat kuat dugaan kurangnya adukan semen dan membuat jalan rabat beton mengelupas tanpa adanya campuran semen,saat dikonfirmasi salah satu (1) warga masyarakat dusun 1 RT 3 berinisial ( Is) mengatakan  bagaimana tidak hancur pak tadinya kan bilangnya dikerjakan pakai alat molen tapi nyatanya dikerjakan secara manual pengadukannya,jadi mana kuat pak dan juga campuran semennya kurang makanya hancur pak jalan itu,bukan hanya itu anggaran covid 19 pada tahun 2022 di desa nyapah banyu diduga juga tidak di laksanakan seperti penyemprotan disinsfektan,pembagian masker maupun posko covid terlihat tidak ada sama sekali,hal itu dikatakan oleh berinisial (Is) kalau baru-barunya dulu tahun 2019 sampai tahun 2021 emang bener ada pak tapi pada tahun 2022 setahu saya nggak ada, ucapnya.

Menurut penuturan narasumber lainnya yang enggan di sebutkan namanya bukan hanya pekerjaan jalan rabat beton saja pada tahun 2023 khususnya desa nyapah banyu kecamatan Abung pekurun kabupaten Lampung Utara ini juga mendapatkan dana tambahan dana desa (DD) dari pemerintah itu dibangunkan tiga (3) titik sumur bor masing-masing terletak di tiga dusun yaitu RT 9,RT 6 dan RT 7 namun bisa dilihat sumurnya sudah di bor tapi tower besi belum terpasangkan alias mangkrak,padahal menurut penelusuran media melalui narasumber pekerjaan sumur bor tersebut tahun anggaran (TA) 2023 dengan besaran anggaran Rp.139.400.000. namun sampai saat ini belum terselesaikan,dan kuat dugaan sang kades robet mengkorupsi beberapa anggaran dana desa (DD) untuk memperkaya diri sendiri bahkan dana linmas desa tersebut belum tersalurkan alias di tilep sang kades robet menurut penuturan sumber,bukan hanya itu saat media melihat ke lokasi pekerjaan tersebut listriknya pun diduga mencuri arus listrik dari kabel hitam saluran utama,saat dikonfirmasi pemilik rumah yang di tempat pembangunan sumur bor tersebut tidak mau mengatakan apa-apa”maaf pak di sini ada aparat desa RT maupun kadus tanya saja pak sama pegawai desa tersebut kalau saya sih hanya berketepatan saja,tutupnya.

Saat awak media ini mencoba mengkonfirmasi kades nyapah banyu Robet di rumah kediamannya tidak dapat di temui dan sampai berita ini di turunkan saat di hubungi via telpon seluler dalam keadaan tidak aktif,dan meminta kepada inspektorat,APH dan DPRD kabupaten lampung utara agar segera memanggil dan memeriksa oknum kades nyapah banyu kecamatan abung pekurun.(Ta2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *