oleh

Diduga Sumur Boor 2019 Dan Posyandu 2020 Desa Tanjung Aur Asal Jadi

Kaur.seribufakta.com – Pekerjaan sumur boor 2019 dan posyandu 2020 desa tanjung aur kecamatan maje Kabupaten Kaur yang bersumber dari dana desa (DD),15/11/2020.

Dana desa yang dirialisasikan oleh pemerintah yang dianggarkan melalui anggaran pendapatan belanja negara ( APBN ) tidak lain untuk mensejahterakan masyarakat, terutama desa tertinggal nomor 6 tahun 2014 tentang undang-undang desa.

Lebih lanjut secara khusus, terdapat dalam peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014. tentang dana desa yang bersumber dari anggaran APBN nomor 60 tahun 2014 sebagaimana telah diubah peraturan pemerintah nomor 22 tahun 2015 tentang perubahan peraturan atas peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014.
tentang dana desa yang bersumber dari APBN PP nomor 22 tahun 2015 dan terakhir diubah peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2014.
tentang dana desa yang bersumber dari APBN PP nomor 8 tahun 2016 yang pelaksanaanya sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan di atas.

Lain halnya dengan desa tanjung aur kecamatan maje Kabupaten Kaur yang pelaksanaanya asal jadi dan diduga ada penyalahgunaan dana tentang bangunan sumur boor 2019 terbukti.

Ketika media ini datang sama salah satu warga desa tanjung aur inisial ( Ys ) mengungkapkan bangunan sumur boor 2019 diduga asal jadi karena tidak adanya keterbukaan dengan masyarakat.

Padahal ketika mau membangun harus dipasang papan merek, bahkan secara gelobal, RAB pun harus diketahui masyarakat.
lanjut narasuber ini, sumur boor 2019 yang seharusnya kedalaman 100 meter, ternyata hanya 60 meter
dan tanpa papan merek artinya tidak ada keterbukaan dengan masyarakat, ucap (Ys).

Selain itu tahun anggaran 2020 ini, bangunan posyandu desa tanjung aur dengan nilai dana sebesar
Rp.173.928.000,dengan luas bangunan posyandu 7×8 m,
dengan nilai kayu kurang lebih 8 kubik. itupun kayu campur, apalagi papan dinding tersebut asal -asalan, termasuk kayu sudah lama ditebang yang seharusnya tidak layak pakai masih dipergunakan.

Begitupun nilai semen kurang lebih 50 – 70 Sak dengan nilai pondasi: kurang lebih dengan pasir 10 kubik dan batu pondasi kurang lebih 10 kubik dan nilai seng kurang lebih 4 – 5 kodi.

Lanjut warga kalau dana sebesar ini, seharusnya sudah dinding beton keliling bangunan dan juga sudah lantai kramix.Walaupun alasan pengangkutan, pertanyaanya kenapa semua matrial diluar kayu sampai semua kelokasi bangunan?
ucap warga inisial: ( Ms ).

Kalau melihat dari semua uraian dua narasumber tersebut diduga kepala desa tanjung aur kecamatan maje melanggar aturan permendesa nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa 2020,dan diduga melanggar UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa ( lembaran negara republik indonesia Ri tahun 2014 nomor 7, dengan tambahan lembaran negara Ri nomor 5495 ),
kalau melihat dari rigulasi permendesa, wajar masyarakat curiga dengan nilai bangunan posyandu desa tanjung aur 2020.

Media ini ingin konfirmasi
pada kades Giono diduga ada kesengajaan kades mengundang tiga orang warga kerumahnya dan salah satu mereka membawa pisau, yang terselif dipinggang salah satu warga yang yang dicurigai sengaja diundang kades.
Padahal sebelum media ini kerumah kades, satupun tidak ada warga dirumahnya, kecuali anak dan istri kades. pertanyaannya kenapa sebelum kades pulang dari kebun cabe dibelakang rumahnya tidak ada warga yang yang datang?
melihat ini semua, sikap kades mengundang tiga warga tersebut, awak media menanyakan pada kades Giono, beliau hanya menjawab itu warga saya.

Selanjutnya media, walaupun hari sudah menjelang malam,awak media ini menanyakan prihal, bangunan sumur boor 2019, kades cuma menjawab itu orang lawan politik saya, tebak kades Giono.

Untuk bangunan posyandu 2020, media ini belum sempat menanyakan pada kades, karena waktu sudah pkl: 18.30 wib,yang akhirnya izin pulang.

Berharap pada pihak insfektorat,” kiranya bisa turun kedesa tanjung aur, untuk melihat langsung kelokasi.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed