oleh

Dinkes Mukomuko Catat Penderita Virus HIV

Mukomuko.seribufakta.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko mencatat secara kumulatif, sebanyak 32 orang warga Mukomuko terjangkit virus HIV.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 orang dalam masa pengobatan, serta temuan kasus baru pada tahun 2019 ada satu orang yang terjangkit.

“32 kasus itu adalah secara komulatif tercatat dari tahun 2012 s/d 2019, sedangkan yang kita temukan ditahun 2019 hanya satu kasus,” Kata Kepala Dinkes Kabupaten Mukomuko Desriani saat ditemui di ruang kerjanya pada Jum’at (25/10).

Beliau juga menyebutkan terkait penularan HIV ini bisa desebabkan oleh hubungan sex ataupun transfusi darah dengan jarum yang terinveksi virus HIV.

Prihal data secara rinci penderita HIV ini, pihak Dinkes Mukomuko enggan membeberkannya karena harus menjaga stigma, yang pastinya para penderita ini semuanya merupakan warga Kabupaten Mukomuko.

Desriani berharap, karena Kabupetan Mukomuko telah masuk dalam kategori daerah yang berkembang, maka warganya hendaknya bisa lebih berkembang dalam hal pengetahuan mengenai HIV.

Selain itu, beliau juga mengharapkan masyarakat lainnya agar tidak menumbuhkan diskriminasi terhadap penderita HIV, sebab hal itu bisa membuat penderita menjadi depresi dan sebagainya karena telah didiskriminasi.

“Seharusnya, dengan berkembangnya virus HIV Kabupaten Mukomuko, maka juga pengetahuan tentang HIV itu meningkat, karena selama ini yang ditakutkan oleh penderita HIV itu adalah stigma, atau diskriminasi, jadi harapan kita stigma itu diminimalisir dan emnganggap penderita HIV itu sama dengan penderita penyakit lain,” Imbuhnya.

Karena, tidak semua penderita HIV yang berkelakuan negatif, kadang kala dia juga merupakan hasil dari akibat, bisa saja seorang ibu rumah tangga yang terjangkit karena sang suami memiliki kelakuan negatif, jadi ia terjangkit akibat hasil dari kelakuan nakal suaminya.

“Kedepannya, kita tidak boleh melihat dari segi sananya, yang penting pengelolaan dari kasus ini, jadi masyarakat dihimbau untuk lebih tahu dan faham apa itu HIV, kemudian pencegahannya, faktor resikonya dan bagaimana upaya-upaya yang dilakukan agar tidak terindikasi oleh virus HIV,” Demikian Desriani.

Selain itu, untuk pencegahan penularan virus HIV ini, beliau menyebutkan bahwa tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak kesehatan saja, melainkan juga diperlukan peran serta beberapa pihak lainnya, seperti masyarakat sendiri maupun pihak kepolisian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *