oleh

Gejolak Tarif Parkir HUT Mukomuko Pihak Pengelolah Minta Panitia Cari Jalan Terbaik

Mukomuko.seribufakta.com Meskipun dihujat habis-habisan terkait dengan tarif parkir, pihak pengelola parkir tidak menanggapinya secara emosional, bahkan pihak pengelola justru meminta panitia untuk memfasilitasi guna mencari jalan terbaik.

Panitia menanggapi hujatan yang dilemparkan kepada pihaknya bahwa orang yang melontarkan hal tersebut sama artinya dengan ada indikasi tidak mendukung perbaikan dan kemajuan Kabupaten Mukomuko.

Terlebih lagi, saat ini tengah dilangsungkan hajat daerah yang memperingati HUT ke-17 Kabupaten Mukomuko.”

Kita selalu berfikir yang baik, logis dan rasional, sebab ini hajat daerah, tentu nama baik daerah kita jaga, kalau hujat menghujat dan mencari cari kesalahan orang lain, tentu itu sudah menjadi indikasi kuat bahwa pihak yang menghujat kurang memiliki niat baik untuk melakukan perbaikan kemajuan kabupaten yang kita cintai ini,” Ungkap Arianto selaku koordinator pengelola parkir.

Menurutnya, kelemahan dan kekurangan pada setiap momen acara pasti ada, tapi sebaliknya masyarakat harus berfikir bagaimana cara meminimalisirnya, jangan justru adanya sentimen pribadi dijadikan alasan demi kemajuan daerah.”

Kealpaan dalam penerapan tarif retribusi parkir kami akui dan ini hanya mungkin beberapa personal saja dan justru memang ada yg sengaja masuk beli karcis parkir, kemudian diviralkan, ini kan sudah mengindikasikan sengaja mencari kesalahan,” Tambahnya.

Pasca kejadian itu, Arianto mengaku segera diskusikan bersama panitia dan mencari solusi, menyamakan persepsi dan koreksi terhadap retribusi parkir ini sangat luar biasa tajamnya.

Lokasi yang seharusnya dijadikan lahan parkir diserobot untuk tenda-tenda pedagang yakni dilokasi perkantoran dinas PUPR dan sebagian di Bappelitbangda.

Melihat hal itu Arianto mengaku pihaknya diam saja dan mengedepankan tenggang rasa. Keluhan terhadap tingginya tarif tenda juga diungkapkan oleh pedagang, hal itu juga diacuhkan oleh Arianto.”

Nah satu sisi persoalan ini tidak begitu mendapat sorotan tajam, giliran retribusi parkir, luar biasa panasnya kayak langit ini mau runtuh saja gara-gara tarif parkir, mereka mungkin juga lupa, bagaimana tarif retribusi parkir dipasar yang berlangsung puluhan tahun, bagaimana medianya, bagaimana sistem pemungutan dan setorannya ke kasda. Jangan sampai pula gajah dipelupuk mata tidak terlihat, semut diseberang lautan terlihat jelas, objektif lah jika melakukan koreksi. Kami tidak pernah merasa terganggu dengan tajamnya koreksi itu, namun kami hanya ingin mengajarkan etika dalam mengkoreksi biar cara mainnya halus, gak kentara tendensiusnya,” Demikian Arianto.(Bbng/AMBO).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed