oleh

Jembatan Desa Bukit Makmur Butuh Perhatian Pemerintah Kabupaten Mukomuko

Mukomuko.seribufakta.com – Tokoh masyarakat Juri Maulana mengungkapkan bahwa kami masyarakat desa bukit makmur ini sama sekali tidak pernah mengerti arti sebuah kemerdekaan oleh karena nasib kami dan anak anak kami desa bukit makmur sangat miris memprihatinkan ketersediaan sarana pembangunan seolah olah para pejabat tinggi daerah ini tidak mengetahui kondisi desa kami dikarenakan jembatan desa kami mangkrak maka oleh karena itu butuh perhatian dari pemerintah Kabupaten Mukomuko.

Jika ada warga kami sakit harus menempuh perjalanan sekitar 20 Km ke Puskesmas dengan biaya yang sangat tinggi keluarkan sangat tinggi karena sarana jalan dan jembatan terputus sehingga harus dilansir, kualitas pendidikan juga rendah karena fasilitas tidak memadai dan ini sudah berjalan puluhan tahun lamanya.

Selain itu,Badarudin selaku tokoh adat dan pemuka masyarakat juga menyampaikan bahwa selaku warga masyarakat bukit makmur ini kami bingung, apakah desa kami ini masuk kedalam pemerintahan Kabupaten Mukomuko atau daerah lain, masa jembatan sudah tidak dapat dimanfaatkan bertahun tahun lamanya tapi tidak juga dibangun, Minggu 16/8/2020.

Kami masyarakat sulit mengeluarkan hasil pertanian dan dihari kemerdekaan ini jujur saja kami sangat merana. Kami sangat heran, sementara disatu sisi kami membaca berita para pejabat kalau bicara ditengah masyarakat selalu mengatasnamakan masyarakat, realitanya kami masyarakat juga tidak tersentuh pembangunan.

Disisi lain seribu fakta mewawancarai kepala desa Bukit Makmur Suroso mengatakan bahwa ada jembatan desa yang menjadi penghubung jalan poros Desa memang sudah mangkrak tidak dapat dimanfaatkan warga karena papan jembatan sudah hilang semua dan kayu balok kanan kiri juga sudah lapuk dimakan usia. Demikian juga kondisi sarana prasarana jalan lainnya kesehatan dan pendidikan serta sektor ekonomi sangat tertinggal.

Selaku pemerintahan desa kami sudah menyampaikan secara tertulis dan lisan kepada pemerintah kabupaten Mukomuko dalam Musrenbangcam dan musrenbangkab bahkan kami juga sudah meminta bupati turun ke lokasi langsung namun sampai saat ini usulan tersebut juga dianggap belum masuk skala prioritas daerah sehingga desa bukit makmur belum tersentuh pembangunan. Kami tetap tidak pernah merasa putus asa akan terus kami usulkan setiap ada moment yang tepat” demikian kepala desa.

Dan saat media ini meminta klarifikasi kepada kabid bina marga mas Budi terkait jembatan mangkrak tersebut beliau mengatakan bahwa anggaran belum ada untuk tahun 2020 ini kemungkinan besar akan terealisasi pada tahun 2021.Ujarnya via WA.(Bbng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed