oleh

Pemkab Mukomuko Berikan Bantuan Insektisida dan Fungisida bagi Petani Padi

Mukomuko.seribufakta.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Pertanian setempat memberikan bantuan berupa insektisida dan fungisida untuk mengendalikan hama wereng dan penyakit blast yang merusak tanaman padi sawah Kelompok Tani Harapan Karya Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang.

Dilansir dari berita ANTARA“Kami memberikan insektisida sebanyak empat liter dan fungisida sebanyak dua liter kepada kelompok tani untuk mengendalikan hama wereng dan penyakit blast yang merusak tanaman padinya,” kata Kasi Proteksi Tanaman Pangan dan Holtukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Wal Asri  di Mukomuko, Jumat.

Dinas Pertanian setempat memberikan bantuan menindaklanjuti surat permohonan bantuan insektisida dan fungisida dari Kelompok Tani Harapan Karya Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang.

Kemudian Dinas Pertanian setempat memberikan bantuan insektisida dan fungisida berdasarkan hasil pengecekan kondisi tanaman padi sawah yang rusak akibat diserang hama oleh Petugas Pertanian Kecamatan (PPK) setempat.

Ia menyatakan, instansinya tidak bisa sepenuhnya memberikan bantuan insektisida dan fungsida yang dibutuhkan oleh kelompok tani ini, kekurangannya bisa diupayakan dengan cara swadaya.

Selain itu, ia menyarankan, petani setempat swadaya menggunakan insektisida dan fungisida bantuan dari pemerintah setempat untuk mengendalikan hama yang merusak tanaman padi.

Ketua Kelompok Tani Harapan Karya Desa Ranah Karya Sukawi menyebutkan seluas 30 hektare tanaman padi sawah milik kelompok tani ini, seluas lima hektare di antaranya yang diserang hama hama wereng dan penyakit blast.

Ia menyatakan anggota kelompok taninya sebelumnya secara swadaya dalam melakukan pengendalian hama wereng dan penyakit blast yang menyerang tanaman padi sawah, tetapi belum dapat mengurangi serangan tersebut.

Untuk itu, ia menyatakan, pihaknya mengajukan permohonan bantuan insektisida dan fungisida untuk pemberantasan hama wereng dan penyakit blast lebih lanjut kepada pemerintah setempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *