oleh

Pemprov Hadiri Persemian Unit I PLTU, PT. Tenaga Listrik Bengkulu

Bengkulu.seribfakta.com – PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) melangsungkan peresmian pengoperasian Unit I PLTU Bengkulu 2×100 MW, Jumat (15/11/2019), di Kampung Melayu Teluk Sepang Kota Bengkulu.

Dihadiri Pemerintah Provinsi Bengkulu, PCR, INTA, PLN, Kedutaan Besar Rakyat China dan beberapa Unsur Forkopimda, hal tersebut merupakan upaya Perseroan untuk mempercepat proyek pembangunan PLTU Batu Bara di Bengkulu dengan daya kapasitas 2×100 MW.

Disampaikan Pemprov Bengkulu dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahyan Endu, Sinkronsasi Unit I sebagai salah satu pembuka pengoperasian PLTU Bengkulu menuju pemenuhan kebutuhan energi listrik.

“Kita harus bangga akan potensi sumber daya ini, dengan beroperasinya PLTU Batu Bara Bengkulu jelas akan memenuhi kebutuhan listrik di provinsi ini secara khusus, juga pemenuhan listrik dari PLTU ini jelasnya akan menambah daya pada gardu listrik di wilayah Sumatera secara umum,” kata Ahyan.

Ia menyampaikan peran serta PLTU Batu Bara Bengkulu ini akan membawa dampak ekonomi strategis, sehingga masyarakat di sekitar turut terserap dalam perberdayaan sumber daya manusia.

“Proyek sebesar ini perlu sinkronisasi antar pemerintah daerah dengan pemerintah pusat agar selaras dengan apa yang diharapkan, yakni pemenuhan energi listrik di Sumatera,” tutur Ahyan.

Selanjutnya, rencana pembangunan Gardu Unit II ekspansi akan selesai dan diresmikan menyusul pada Februari 2020 mendatang, sehingga dengan berdirinya Unit II tersebut secara komersil PLTU Bengkulu mulai beroperasi.

Sebagai referensi, PT PLN dan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB), Rabu (25/11/2018) lalu, menandatangani Power Purchase Agreement dalam rangka proyek pembelian dan pengembangan Pembangkit Listrik Swasta PLTU Bengkulu dengan kontrak kapasitas (net) 2X100 MW. TBL merupakan perusahaan SPC yang dimiliki oleh Sinohydro Hongkong dan PT Intraco Penta, yang dikhusukan untuk mengerjakan proyek ini.

Kegiatan konstruksi dimulai dengan acara peletakan batu pertama yang dihadiri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Pelindo II Saptono Irianto, Presiden Direktur PT Intraco Penta, Tbk, Halex Halim, Chairman PowerChina, Yan Ziyong, dan perwakilan dari Sinohydro sebagai kontraktor.

Komisaris Utama PT Tenaga Listrik Bengkulu Petrus Halim mengatakan konstruksi pembangkit listrik memakan waktu selama 36 bulan.

Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik bisa lebih cepat karena pihaknya tak perlu melakukan pembebasan lahan. Lahan seluas 50 hektare yang digunakan, katanya, merupakan milik PT Pelindo II.

Poyek tersebut merupakan pembangkit listrik kedua yang dibangun setelah PLTU Batam berkapasitas 2×65 MW beberapa tahun lalu.

Proyek tersebut dimiliki oleh perusahaan patungan yang 70% saham di antaranya dimiliki PowerChina dan 30% dikuasai PT Intraco Penta, Tbk melalui anak usahanya PT Inta Daya Perkasa. Proyek bernilai US$360 juta itu mendapat pinjaman dari Exim Bank China dan ICBC senilai US$270 juta.

Sebagai bahan baku, katanya, PLTU akan menggunakan batubara yang dipasok dari usaha pertambangan yang berada di Bengkulu. Volume batubara yang dibutuhkan sebanyak 900.000 ton hingga 1 juta ton setahun.

Terakhir, para tamu undangan dari Pemerintah Pusat dan Daerah meninjau ruang pengoperasian PLTU Batubara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed