oleh

Ponpes Alfattah Nailul Anwar Buka Pendaftaran Santri Baru

Mukomuko.seribufakta.com – Perjalanan panjang dan perjuangan untuk merintis Jalan menuju ke sebuah cita-cita,yang tentunya dengan di dasari oleh niat yang tulus dan ikhlas selama ini akhirnya mulai terwujud.

Penyebaran dakwah Islam dengan wadah yang di namai Komonitas Ngopi Bareng (KNB)di mana para pesertanya tidak di batasi dengan umur dan tidak di beda-bedakan warna klompok/aliran yg beragam,di dalam wadah komunitas Ngopi Bareng ini semua di anggap sebagai sedulur dan sama-sama mempunyai tujuan yang sama yakni sama-sama belajar tentang ilmu Allah dan cara dakwahnya juga terbilang unik dan santai/luwes alias tidak terlalu fanatik,itu salah satu pondasi/dasar yang di gagas dan di jalankan oleh Guru Besar Gus Huda (pria yang identik dengan kain sarungnya).

Dan saat ini di hadirkan dan di buka Pondok pesantren (ponpes)baru, dengan nama Ponpes Alfattah Nailul Anwar di desa Sari makmur kecamatan Air dikit Kabupaten Mukomuko.

Adapun pendaftaran untuk gelombang pertama di buka sejak 31 Desember s/d 28 February 2021.Pondok pesantren ini siap menerima santri dan santriwati baru.

Saat mesia ini menemui pimpinan Ponpes Alfattah Nailul Anwar Miftahul Huda Alhackhimi di kediamannya beliau mngatakan.bagi para santri nantinya akan di berikan beberapa pilihan saat mengikuti kegiatan di pondok pesantren,bagi yang ingin tinggal di pondok,ya kami siapkan asrama dan bagi santri dan santriwati yang mau antar jemput juga di perbolehkan.

Di mulainya proses belajar mengajar, akan kita samakan dengan tahun pelajaran pendidikan Nasional yang nantinya akan ada pelajaran formal dan non formal,materi yang di ajarkan yakni di antaranya belajar Al-Qur’an,belajar Alkitab,fiqih dan akhlak.berdasarkan Ahlussunah wal jama’ah (Aswaja).ujar Gus Huda.

Lebih lanjut beliau menerangkan para santri yang mau belajar tidak di batasi usia.siapa yang mau belajar tentang Islam/ ilmu Allah dan mau memperdalamnya silahkn saja akan tetapi ya tentu saja tidak di campur aduk dengan para santri dan santriwati yang masih baru mendaftar/masuk karena dalam menuntut ilmu,kita tidak di batasi dengan umur,kita di wajibkan mencari ilmu sampai menjelang ajal menjemput.tambah Gus Huda.kamis(14/1).

Di pondok pesantren ini,para santri boleh belajar ilmu apa saja yang tentunya tetap yang berkaitan dengan Islam contohnya Dzikir, belajar hal-hal ghoib,belajar pengobatan non medis, Alkitab,bela diri dan yang lainnya tetapi tentu saja kuncinya harus di dasari dengan niat baik serta serius dan sungguh-sungguh.pungkas Gus Huda.(Bbng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed