oleh

Profile:Yayasan Alfattah Nailul Anwar

Profile:Yayasan Alfattah Nailul Anwar

Pondok Pesantren Yayasan Alfattah Nailul Anwar dengan Pengasuh Ponpes Ustd. Miftachul Huda Alchakimy (Gus Huda) bertempat di desa Sari Makmurn kecamatan air dikit Kabupaten Mukomuko.

A. Sejarah singkat Pondok Pesantren.
Pesantren sebagai model lembaga pendidikan Islam pertama yang mendukung kelangsungan sistem pendidikan nasional, selama ini tidak diragukan lagi kontribusinya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mencetak kader-kader intelektual yang siap untuk mengapresiasikan potensi keilmuannya di tengah masyarakat. Dalam perjalanan misi kependidikannya, pesantren mengalami banyak sekali hambatan yang sering kali membuat laju perjalanan ilmiah pesantren menjadi pasang surut. Hal ini tidak terlepas dari peran dan ke-tokohan seorang Kyai sebagai pemegang otoritas utama dalam pengambilan setiap kebijakan pesantren. Sebagai seorang top leader, Kyai diharapkan mampu membawa pesantren untuk mencapai tujuannya dalam mentransformasikan nilai-nilai ilmiah (terutama ilmu keagamaan) terhadap umat (santri) sehingga nilai-nilai tersebut dapat mengilhami setiap kiprah santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam sejarahnya, pesantren telah mampu mencetak kader-kader handal yang tidak hanya dikenal potensial, akan tetapi mereka telah mampu mereproduksi potensi yang dimiliki menjadi sebuah keahlian yang layak jual. Seperti halnya di era pertama munculnya pesantren, yaitu pada masa kepemimpinan wali songo, pesantren telah mampu melahirkan kader-kader seperti Sunan Kudus (Fuqoha), Sunan Bonang (Seniman), Sunan Gunung Jati (Ahli Strategi Perang), Sunan Drajat (Ekonom), Raden Fatah (Politikus dan Negarawan), dan para wali yang lain. Mereka telah mampu menundukkan dominasi peradaban Majapahit yang telah berkuasa selama berabad-abad. Peranan pesantren pun berubah menjadi agen pembaharuan (agent of change) dan agen pembangunan masyarakat. Sekalipun demikian tetap saja yang menjadi tujuan utama adalah memahami agama. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari, memahami, mendalami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari.

Pondok Pesantren Alfattah Nailul Anwar yang berdomisili di Desa Sari Makmur Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko merupakan bagian dari ikhtiar panjang yang dilakukan oleh Ustadz Miftachul Huda Alchakimy atau biasa disapa Gus Huda beserta individu pemuda, akademisi dan alumni pondok pesantren lainnya bermusyawarah dan mendirikan lembaga pendidikan bernafaskan Islam yang merupakan bentuk keprihatinan beliau atas kondisi kehidupan sosial ke-agamaan di Kabupaten Mukomuko yang masih sangat minim. Ikhtiar tersebut akhirnya bisa berbadan hukum pada Tahun 2018 berakta Notaris Nurhasni Arif Nomor 177 Tahun 2018 dan Nomor 36 Tahun 2020 dan Badan Hukum Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0023734.AH.01.12 Tahun 2020.

Pondok Pesantren Alfattah Nailul Anwar yang merupakan pesantren rintisan, masih sangat minim keberadaan sarana prasarana dan minim promosi. Akan tetapi, setahap demi setahap, dengan kemampuan yang dimiliki oleh segenap jajaran pengurus yayasan dan pesantren, terus berikhtiar membangun jejaring untuk mendukung pengembangan pesantren dimaksud, sehingga dapat berkembang pada masa yang akan datang. Selain sebagai bentuk rasa prihatin beliau sebagai tokoh agama, juga merupakan kontribusi beliau dalam mendukung terwujudnya visi Pemerintah Kabupaten Mukomuko 2016-2021 yaitu “Mewujudkan Kabupaten Mukomuko yang Religius, Mandiri dan Demokratis 2021”.
Beliau memiliki pandangan bahwa upaya mewujudkan Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang religius ini tidak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah Kabupaten Mukomuko semata, namun pendidikan pesantren sangat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan Mukomuko religius dimaksud.

B. VISI
“Mewujudkan Lembaga Pendidikan Pencetak Pemimpin Umat yang Unggul, Berimtaq, Beriptek dan Ber-Aswaja”.

C. MISI
1) Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah;
2) Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berimtaq dan berfikiran bebas serta berkhidmat kepada masyarakat;
3) Mengajarkan ilmu pengetahuan agama, umum dan pengetahuan tekhnologi secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek;
4) Mewujudkan warga Negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

D. TUJUAN
1) Terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah;
2) Terbentuknya generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berfikiran bebas serta berkhidmat kepada masyarakat;
3) Lahirnya ulama intelek, menguasai Iptek dan memiliki keseimbangan dzikir dan fikir;
4) Terwujudnya warga Negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

E. KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
1) Kegiatan Belajar Khutbah Jum’at
2) Kegiatan Olahraga Seni Bela Diri Pencak Silat
3) Kegiatan Wirausaha/Pengembangan Kolam Ikan dll
4) Kegiatan Bersih Lingkungan
5) Kegiatan Pengobatan Al Qur’an
6) Kegiatan Pendalaman Ilmu Kebathinan Ghoib/Ilmu Laduni Dan Lain-Lain.

F. MATERI PELAJARAN
1) Materi Belajar Al Qur’an;
2) Materi Belajar Kitab Fiqih;
3) Materi Belajar kitab Tauhid;
4) Materi Belajar Kitab Nahwu;
5) Materi Belajar Akhlaq Berdasarkan Ahlussunnah Wal Jama’ah;
6) Materi Belajar Riyadoh (Penyempurnaan diri secara terus menerus melalui dzikir untuk mendekatkan diri kepada sang Khaliq);
7) Materi Pelajaran Umum Lainnya;

G. PENGAJAR/PENGASUH
Pondok Pesantren Alfattah Nailul Anwar ini di-kelola beberapa organ kepengurusan antara lain:

Pengasuh : Ustadz Miftachul Huda Alchakimy (Gus Huda)
Pengajar : Muh. Masrur Arifin
Muh. Fikry Mustofa
Teguh Wibowo, S.Pd.I
Nurul Huda, S.Kom
Dan Lain-Lain

H. SARANA PRASARANA
1) Aula Pondok Pesantren yang representative untuk belajar Santri dan pertemuan-pertemuan
2) Beberapa kamar untuk santri mukim
3) Lokasi lapangan untuk latihan olahraga pencak silat
4) Sanitasi dan MCK yang memadai;
5) Pondok-pondok bangunan joglo dan taman untuk belajar diruang terbuka yang sangat representative;
6) Sungai tempat pemandian Santri yang sangat menyejukkan;

I. PERSYARATAN PENDAFTARAN
1) Mengisi Formulir Pendaftaran di Sekretariat;
2) Mengisi Surat Pernyataan Izin Orang Tua/Wali;
3) Mengisi Formulir Kesanggupan Mentaati Tata Tertib dan Peraturan Pesantren;
4) Fotocopy Akta Kelahiran 2 Rangkap;
5) Surat Keterangan Sehat Dari Dokter 2 Rangkap;
6) Fotocopy KTP Orang Tua 2 Rangkap;
7) Fotocopy Kartu Keluarga 2 Rangkap;
8) Pas Fhoto Terbaru Berwarna 2×3=4 Lembar dan 3×4=4 Lembar (Putri Wajib Berjilbab);
9) Biaya Pendaftaran Rp. 250.000;-

J. STATUS SANTRI/SANTRI WATI
1) Pihak Pengelola dan Pengasuh Pondok Pesantren Memberikan Pilihan Keleluasaan Untuk Santri Dapat Bermukim; dan
2) Santri/Santriwati Juga Diperbolehkan Untuk Pulang Antar Jemput;

K. JADWAL PENDAFTARAN
1) Jadwal Pendaftaran Gelombang Ke-I Mulai Tanggal 31 Januari s/d 28 Februari 2021;
2) Pendaftaran Gelombang Ke-II Tanggal 1 Maret 2021 s/d 28 April 2021;
3) Bulan Mei 2021 Seleksi Berkas, Pemenuhan Kelengkapan Berkas dan Pengumuman Kelulusan Santri/Santriwati Baru;

INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI:
1) Muh. Fikry Mustofa HP. 082386788437
2) Teguh Wibowo, S.Pd.I HP. 082281373678
3) Muh. Masrur Arifin HP. 085295211429

Sumber:Yayasan Alfattah Nailul Anwar

Penulis:Bambang Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed