oleh

Rohidin: Kirim Atlet yang Pasti Raih Medali

Bengkulu.seribufakta.com – Tim Sepak Bola Provinsi Bengkulu dipastikan tidak akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada 2-15 Oktober 20221. Termasuk Cabang Olahraga (Cabor) Beregu lainnya. Bengkulu hanya akan mengirimkan Cabor perorangan.

Hal ini guna menjaga keselamatan dari para atlet mengingat kondisi Papua yang belum kondusif dan penyebaran Covid-19 yang mengalami peningkatan beberapa waktu ini. Di mana juga telah ditemukannya varian Covid-19 baru yang ditenggarai lebih ganas dari varian sebelumnya.

“Jadi kebijakan kita sudah bulat, yang dikirim adalah cabor/atlet yang pasti mendapatkan medali, pertimbangannya pertama karena situasi keamanan Papua, kondisinya sangat rawan, lalu tempat pertandingan dari kota Jayapura itu berjauhan dan melalui transportasi udara, selain itu wabah Covid-19 yang trennya masih meningkat dan ada varian baru yang sangat ganas, ” jelas Gubenur Rohidin usai menerima audiensi Cabor Sepak Bola dan Asprov PSSI, Senin (21/6/2021).

Ditambahkan Gubernur Rohidin bahwa, atlet yang akan berlaga di PON diprioritaskan pada cabor yang mampu untuk mendapatkan medali. Selain itu tim pendukung yang mendampingi atlet dipastikan sangat terbatas. Hal ini untuk meminimalisir adanya penyebaran Covid-19 kepada atlet.

“Pelatih pun saya bilang seminim mungkin, pendamping dari Dispora seminim mungkin, pejabat – pejabat kalau tidak penting betul tidak perlu ikut, cukup atlet dan pengamanan,” tegas Rohidin.

“Maka saya minta atlet yang pastikan mendapatkan medali, bukan tidak menghargai kawan – kawan yang lolos PON tetapi dengan kondisi Papua, lalu Covid-19 yang sekarang ditemukan varian baru. Bengkulu saat ini belum ada maka harus kita jaga, kalau tidak penting betul tidak usah,” tambahnya.

Plt. Ketua KONI Provinsi Bengkulu Sanuludin menjelaskan akan mengikuti arahan dari Gubernur Rohidin terkait dengan pengiriman atlet ke PON XX Papua dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19 dan juga situasi Papua saat ini. KONI sendiri akan segera membahas cabor mana yang akan final berangkat ke PON Papua.

“Kita sudah putuskan bahwa beregu memang tidak akan kita berangkatkan dan kami akan menyisir kemungkinan tidak pas 5 cabor tetapi mungkin akan ada tambahan menjadi 6 atau 7 cabor akan kami sisir yang betul – betul berpeluang meraih medali yang sifatnya perorangan, ini akan segera kita putuskan sehingga tidak ada polemik di luar,” jelas Sanuludin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed