oleh

Satu Keluarga Desa Sukamaju Mukomuko Butuh Bantuan Pemerintah Hidup di Gubuk Kebun karena Keterbatasan Ekonomi

Mukomuko.seribufakta.com – Rabu,6/5/2020.(kmaren)lewat informasi dan laporan dari babinkamtibmas Briptu Lahuri kepada media ini beliau menjelaskan.Sa’at saya mendapat informasi dari warga tentang kondisi kehidupan dari salah seorang warga desa sukamaju kecamatan penarik maka nurani saya tergerak berbekal buah tangan ala kadarnya saya menyambangi ke kediaman bapak Senen.

Sesampainya di tempat atau kediaman bapak Senen,hati ini sedih dan kasihan kondisinya hidup di rumah atau cocok di sebut gubuk di kebun dan infonya itu bukan kebun/ladangnya sendiri melainkan menumpang bapak senin ini hdup bersama istri dan anaknya 2 orang yang masih kecil-kecil dan apabila hujan turun katanya atap banyak yang bocor.Ujarnya.

lebih lanjut Lahuri menjelaskan,setelah hari pertama menjenguk keluarga pak senin,hari ke dua saya menjenguk kembali dan mengajak pak kepala desa setempat dan saya selaku Babinkantibmas berharap dan mengharapkan kepada pemerintah desa kecamatan dan pemkab serta instansi dinas terkait untuk lebih melihat ke bawah/desa dan memberikan uluran tangan kepada warga yang benar membutuhkan kepedulian dari pemerinth apa lagi sekarang di bulan yang penuh berkah.katanya.

Disaat media ini minta keterangan kepada kades sukamaju Sutarto mengatakan emang benar itu warga kami dan berdiam di gubuk itu belum lama dikarenahkan rumahnya yang di desa memang sudah di jual.

Entah untuk urusan apa rumah dijual itu kami tidak mengetahui karna itu urusan intren keluarga bapak senen akan tetapi bntuan PKH bapak Senen juga sudah mendapatkan dan terdaftar.

Kondisi mungkin saat ini yg semakin sulit bantuan tersebut tentunya jauh dari kurang dan kami dari Pemdes setempat tetap akan memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan terhadap beliau.Dan semoga saja Pemkab juga akan tergerak untuk turun ke desa kami ini dan memberikan bantuan.Ujar kades Sutarto.(Bbng/Ambo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed