oleh

SMAN 11 PKLK Berasrama Kaur Butuh Perhatian Pemerintah

Kau.seribufakta.com Sekolah SMA-N 11 PKLK berasrallma kaur terkait dana makan minum di sekolah berasrama SMA-N 11 PKLK kaur pasca ditetapkanya atas kebijakan pengelolaan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) sederajat dibawah naungan pemerintah provinsi Bengkulu keadaan sekolah SMA-N 11 PKLK berasrama kaur memperatinkan.

Kebijakan tersebut mempengaruhi perkembangan siswa maupun pengelolaan kebutuhan SMA-N 11 PKLK berasrama kaur dibutuhkan perhatian pemerintah daerah provinsi bengkulu.

Bagaimana tidak pada saat awak media mengunjungi sekolah tersebut, kepala sekolah SMA-N 11 PKLK kaur Satarudin S. Pd menjelaskan terkait kebutuhan sekolah dan juga dana makan minum sekolah SMA-N 11 PKLK berasrama kaur pada tahun 2022 ini jauh berkurang. setiap siswa dari 61 siswa-siswi makan siswa tiga kali dalam sehari semalam dengan biaya satu kali makan per-siswa Rp. 1000 rupiah sekali makan, artinya tiga kali makan dalam sehari semalam dengan nominal dana Rp.3000 per-siswanya.

Sebelum dana tersebut cair, kami sering pinjam dana pinjam sini dulu untuk kebutuhan makan minum para siswa-siswi SMA-N 11 PKLK berasrama kaur, ketika itu dana tersebut sudah cair baru kami bisa bayar pinjaman tersebut.

Biaya makan minum ini cairnya per-tiga bulan dalam satu kali cair, misalnya begini,pada awal tahun pada bulan Januari, Pebuari dan Maret itu dana tersebut baru akan dicairkan pada bulan April untuk kebutuhan sekolah berasrama ini dengan sumber biayanya dari anggaran pembelanjaan biaya daerah APBD melalui DPA dispendikbud (Dinas pendidikan) provinsi Bengkulu.

Kalau terkait air bersih, saya sebagai kepala sekolah menanggulangi dengan membeli sanyo berikut dengan paralon plastik dikarenakan beberapa fasilitas air bersih putra dan putri sudah banyak yang tidak berfungsi lagi.

Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan siswa pada akhirnya disedotkan ke air anak sungai  yang ada dibelakang kantor sekolah PKLK 11 berasrama kaur itupun hanya sebentar saja dalam penyedotannya karena air tersebut kering, sangat menyedihkan memang.

Harapan kami kepada Pemprov  Bengkulu melalui dinas pendidikan provinsi bengkulu, walaupun kita tau tentang devisit anggaran ini berkurang, kita mengharapkan baik itu dana makan minum siswa-siswi SMA-N 11 PKLK dan terkait sumber Air bersihnya, APBD perubahan nanti kami mengharapkan untuk penanggulangannya. kata Satarudin S. Pd sebagai kepala sekolah, Sabtu ( 26/03/2022 ).

Disisi lain, awak media menghampiri siswa sekolah SMA-N 11 PKLK berasrama kaur EVA mengungkapkan, sehari-harinya kami mencuci pakaian maupun makan minum, mencuci air di Anak sungai yang seharusnya tidak layak untuk dikonsumsi, itupun bergiliran atau anterian untuk mencuci dan kebutuhan makan dan minum.

Disebutnya lagi, biarpun airnya tidak layak dikonsumsi, kami tetap mengambil air tersebut walau kondisi air keruh, mau gimana lagi.Tutupnya dengan wajah sedih.( Samsudin )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed