oleh

Tugu Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan Mulai Dibangun

Silaen.seribufakta.com Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Toba), Sumatra Utara sangat mendukung pembangunan monumen berupa patung Pahlawan Revolusi D.I. Panjaitan sebagai upaya menghargai dan mengenang jasanya mempertahankan Pancasila dan NKRI.
Hal ini dikatakan Bupati Toba yang diwakili Sekdakab Toba Audi Murphy Sitorus, pada acara peletakan batu pertama pembangunan patung D.I. Panjaitan di tanah kelahiran sang pahlawan yaitu Dusun Lumbantor, Desa Natolu Tali, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (24/8/2019).
“Monumen ini nantinya sebagai lokasi wisata sekaligus fakta sejarah mengingatkan dan mengenang Pahlawan Revolusi Mayjend TNI (Anumerta) D.I. Panjaitan,” sebut Murphy di sela-sela acara.
Pembangunan tugu ini merupakan prakarsa seluruh pihak keluarga dan keturunan Pahlawan Revolusi yang bernama lengkap Mayjend (Anumerta) Donald Isaac Panjaitan.
Pendirian monumen ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh pihak keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Wakil Bupati Hulman Sitorus, Sekdakab Audi Murphy Sitorus, Asisten Pemerintahan Harapan Napitupulu, beserta beberapa Pimpinan OPD, Camat Silaen Sedi Lumbanraja, Kapolsek Silaen Iptu Rudi Tampubolon, dan Koramil 14 Silaen, Serda Hendrianto.
Chaterine Boru Panjaitan, anak pertama D.I. Panjaitan mengungkapkan rasa terima kasih dan syukurnya atas pendirian monumen patung ayahnya. “Terima kasih banyak untuk semua pihak yang terlibat dalam pendirian monumen ayah saya ini,” kata Chaterine.
Monumen patung D.I. Panjaitan akan dibangun setinggi 8 meter dan terbuat dari perunggu. Pendirian monumen ini direncanakan akan selesai pada Januari 2020 .
Tahap pertama akan membangun Tugu D.I Panjaitan yang berbiaya Rp10,2 miliar. Biaya ini ditanggung pihak keluarga Ilham Panjaitan, dan patung yang terbuat dari perunggu saat ini sudah selesai ditempa di Bandung. “Harga patung tersebut senilai Rp5 milliar dan bangunan fisik Rp5,2 miliar” ujar Chaterine.
Pihak keluarga berharap, ke depan monumen yang berdiri di atas lahan hampir 1 hektare ini dapat menjadi ikon di tanah kelahiran D.I. Panjaitan, yang bersebelahan dengan makam keluarga.
“Jadi semoga ini menjadi lokasi wisata yang akan mendapat tempat yang baik bagi masyarakat sekitar,” kata Raja Musa Panjaitan (90), adik kandung D.I. Panjaitan saat memberi kata sambutan pada peletakan batu pertama itu.
Mayjend TNI Anumerta D.I. Pandjaitan anak dari pasangan Hennan Pandjaitan dan Dina Napitupulu, lahir di Desa Sitorang, Tobasa 9 Juni 1925 dan meninggal di Lubang Buaya  1 Oktober 1965 pada umur 40 tahun dan salah satu pahlawan revolusi Indonesia yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata , Jakarta.
Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan beristri Marieke Pandjaitan Boru Tambunan dan memiliki 6 orang anak (2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan) yaitu
1. Catherine Pandjaitan
2. Ir (Ing) Salomo Pandjaitan
3. Letjend (Purn) Hotmangaraja Pandjaitan
4. Riri Budiasri Pandjaitan
5.Tuthy Kamarati Pandjaitan
6.Masa Arestina Panjaitan.
Sebelum acara peletakan batu pertama dilakukan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. P. Panggabean, S.Th dan dihadiri ratusan undangan. Doa syafaat disampaikan oleh pihak hula-hula (paman) Tambunan.(mc)
.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed