oleh

Waka II DPRD Mukomuko Harapkan:Pihak Rekanan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Mukomuko.seribufakta.com – Dinas pendidikan dan kebudayaan Mukomuko pada tahun 2021 mendapatkan kucuran dari pusat (DAK) cukup besar akan tetapi di duga ada beberapa pihak rekanan yg tetap mempekerjakan tenaga kerja dari luar daerah,Minggu 22/8/2021.

Salah satu tenaga kerja spesialis kerangka baja orang lokal sebut saja Jono (tidak mau di sebut nama asli)mengatakan kami dari daerah sendiri masa hanya jadi penonton di saat proyek pemerintah berjalan karena mirisnya para rekanan banyak yang membawa tenaga kerja dari luar daerah contohnya pengerjaan atap rangka baja ringan,soal harga dan kwalitas kita tetap mengikuti aturan yang ada.Ujarnya.

Masih dengan jono,saya berharap kepada pemangku kebijakan untuk bisa lebih bijaksana dan mau memikirkan para tenaga kerja lokal dengan cara memberikan warning kepada para rekanan supaya bisa untuk mempromosikan tenaga lokal.Pungkasnya.

Nopiyanto Waka ll DPRD Mukomuko politisi dari partai Perindo yang terkenal loyalitas nya tinggi terhadap wong cilik ini angkat bicara beliau mengatakan saya berharap bagi para pihak perusahaan pemenang proyek pemerintah Kabupaten hendaknya mengutamakan dan melibatkan tenaga kerja lokal karna di suasana pandemi covid-19,tentu saja bisa membantu keuangan para rekan-rekan pekerja proyek.

Sebagai contoh saat sekarang ini sudah banyak pekerjaan proyek pemerintah yang berjalan.

Pihak rekanan harus ingat itu, jangan semata-mata hanya memburu keuntungan besar tetapi mengabaikan tenaga kerja lokal/setempat.

Dan saya kira soal Skill dalam bekerja,pekerja yang ada dalam daerah sendiri tidak akan kalah hebatnya dengan tenaga dari luar daerah.

Keterlibatan tenaga kerja lokal juga sebagai upaya memberikan dampak lain terhadap proyek pemerintah,apa bila tenaga kerja lokal di berdayakan otomatis perputaran uang pun semakin meningkat di Kabupaten Mukomuko ini.(Bbng)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed