oleh

Warga Kesal Akibat Seringnya Mati Lampu

Kaur.seribufakta.com – Seringnya mati lampu siang maupun malam membuat warga Kabupaten Kaur kesal pada pengelola PLN cabang Bintuhan, Juma’at malam sabtu 17/05/2021.

Pemerintah dan kementerian BUMN melalui cabang daerah provinsi Bengkulu dan Kabupaten/kota kiranya dapat menurunkan tim khusus untuk meninjau pengelola PLN cabang Kabupaten Kaur.

Dikarenakan tiada hujan dan angin, dan juga kilat, suasana sangat menyenangkan dengan kecerahan langit di bumi se’ase se’ijean Kabupaten Kaur membuat kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

Namun ada kejanggalan dan kekesalan bahkan menimbulkan rasa marah masyarakat dengan seringnya mati lampu PLN cabang Kaur tanpa mengenal waktu.

Saat media ini mendatangi salah satu warga inisial(Ds) mengatakan ada dua hal seringnya mati lampu di Kabupaten Kaur yaitu:

1.ketidak mampuan petinggi PLN cabang kaur dalam pengelolan daya api PLN termasuk terkait pembenahan.
2.kurangnya kekuatan daya, yang ada dugaan api PLN tersebut banyak beralih ke pihak perusahaan swasta yang seharusnya pihak PLN tidak boleh membagikan daya PLN ke pihak swasta dalam hal ini pengendalian kincir tambak udang kecuali hanya untuk penerangan, kenapa pihak PLN bisa membagikan api ke pihak perusahaan swasta? ujar warga.

Dengan banyaknya pihak perusahaan swasta sedot api PLN dalam pengendalian kincir tambak udang yang seharusnya dalam pengendalian kincir tambak memakai mesin jensheet yang
bukan memakai api PLN yang pada akhirnya membuat haknya masyarakat tidak terpenuhi oleh pihak PLN cabang kaur.Ungkap(Ds).

Masyarakat berharap kepada pemerintah dan DPR Kaur untuk segera memanggil petinggi(Menejer) PLN cabang Jabupaten Kaur untuk segera menghargai haknya masyarakat.

Disisi lain masyarakat berharap kepada pemerintah provinsi Bengkulu bahkan pemerintah pusat setelah berita ini terbit untuk turunkan tim khusus agar bisa mengetahui situasi pengelolaan PLN cabang Kabupaten Kaur.

Saat dihubungi media ini, pihak PLN Novian Parlindo belum bisa dihubungi baik itu ketemu langsung maupun lewat WhatsApp.( Samsudin )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed